Bandar Udara Internasional Kuala Namu



Bandar Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandar udara baru untuk kota Medan, Indonesia. Lokasinya merupakan bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.



Kuala Namu akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saat selesai dibangun, Kuala Namu yang diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya, akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini progress pembangunan bandara sudah mencapai 96%. Bandara ini dibuka pertama kali bertepatan dengan Tahun Baru Imlek (1 Cia Gwee 2564) yang jatuh pada tanggal hari Minggu, 10 Februari 2012 dan diupacara peresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal hari Jumat, 1 Maret 2013.

>>> Sejarah <<<



Latar belakang pembangunan



Pemindahan bandara ke Kuala Namu telah direncanakan sejak tahun 1991. Dalam kunjungan kerja ke Medan, Azwar Anas, Menteri Perhubungan saat itu, berkata bahwa demi keselamatan penerbangan, bandara akan dipindah ke luar kota. Persiapan pembangunan diawali pada tahun 1997, namun krisis moneter yang dimulai pada tahun yang sama kemudian memaksa rencana pembangunan ditunda. Sejak saat itu kabar mengenai bandara ini jarang terdengar lagi, hingga muncul momentum baru saat terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada September 2005 yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Polonia. Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan pemukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai. Selain itu, kapasitas Polonia yang telah lebih batasnya juga merupakan faktor direncanakannya pemindahan bandara.

Pembebasan lahan

Rencana pembangunan selama bertahun-tahun terhambat masalah pembebasan lahan yang belum terselesaikan. Hingga Juni 2006, baru 1.650 hektar lahan yang telah tidak bermasalah (telah diselesaikan sejak 1994), sementara lahan yang dihuni 71 kepala keluarga lainnya masih sedang dinegosiasikan, namun pada November 2006 dilaporkan bahwa Angkasa Pura II telah menyelesaikan seluruh pembebasan lahan.

Diresmikan pembukaan

Pada tahun 2013, satu-satunya bandara penerbangan sipil di Bandar Udara Internasional Polonia dari kelurahan Polonia, kecamatan Polonia, kota Medan yang terlokasi dari pusat kota dekat dengan daerah pemukiman dari selama bertahun-tahun menyebabkan ketidaknyamanan besar bagi penduduk Medan Polonia.

Tepatan dengan Tahun Baru Imlek (1 Cia Gwee 2564) yang jatuh pada tanggal hari Minggu, 10 Februari 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin upacara pembukaan dan secara dibuka pada tanggal 1 Maret 2013.

Bandara baru pada tanggal 1 Maret 2013, Bandara Polonia ditutup berbanyak peralatan dan peralatan segera setelah malam lalu hingga tengah malam dari relokasi Bandara Polonia dari semalam dengan bandara baru dari pesawat diparkir di Bandara Polonia untuk terbang ke bandara baru.

Tepat pada pukul 04:00 WIB, bandara selesai migrasi, mulai beroperasi dari bandara Kuala Namu. Dasar penerbangan kelas pertama tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur take-off, non-stop terbang dari langsung ke Malaysia AirAsia dengan Airbus A320 yang mendarat mulus di fajar pagi hari tanggal 1 Maret 2013 di landasan pacu selatan. Saat ini, Medan masih terbiasa dengan "Bandara Baru" dan "Bandara Lama" untuk memanggil 2-bandar udara.




Pengangkutan



Pembangunan Tahap I disertai pula oleh pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Aras Kabu di Kecamatan Beringin ke bandara yang berjarak sekitar 450 meter. Stasiun Aras Kabu sendiri terhubung ke Stasiun Medan dengan jarak 22,96 km. Diperkirakan jarak tempuh dari Medan hingga Kuala Namu akan berkisar antara 16-30 menit. Ada pula usulan pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu sebagai usaha pengembangan prasarana pengangkutan dari dan ke bandara. Namun pelaksanaan pembangunan selama periode pembangunan jalan tol tahun 2005-2010 belum dikabulkan oleh pemerintah pusat. Jalan non-tol Medan-Kuala Namu sedang dalam proses pembuatan. Jalan ini direncanakan akan mempunyai 5 lajur jalan.

Luas bandara dan kapasitas

Tahap I bandara diperkirakan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dan 10.000 pergerakan pesawat per tahun, sementara setelah selesainya tahap II bandara ini rencananya akan menampung 25 juta penumpang per tahun. Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektar. Bandara International Kuala Namu memiliki panjang landas pacu 3.750 meter, dan sanggup didarati oleh pesawat berbadan lebar termasuk Airbus A380.

Tujuan

Ketika Bandara Internasional Medan beroperasional semua jadwal penerbangan yang ada di Bandara Internasional Polonia dipindahkan ke bandara baru.

Dikarenakan Bandara Internasional Polonia tidak bisa didarati pesawat berbadan lebar maka diharapkan bahwa pelayanan internasional dan domestik akan segera melengkapi rute untuk pesawat berbadan lebar yang tidak bisa mendarat di Medan.

Stasiun Araskabu



Stasiun Araskabu (ARB) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Batang Kuis, Deli Serdang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +7,23 m dpl ini berada di Divisi Regional 1 Sumatera Utara dan NAD. Stasiun yang berada di tengah-tengah persawahan dan kebun penduduk ini saat ini menjadi persimpangan menuju Bandara Kuala Namu. Saat ini jalur menuju Bandara Kuala Namu sudah jadi. Hanya menunggu pembangunan stasiun di bandara yang direncankan akan diresmikan dengan bandara sendiri. Stasiun Araskabu memiliki 2 jalur KA, yakni 1 jalur lurus dan 1 jalur belok untuk persilangan kereta api.

Follow On Twitter